Review 5 Days, Hari Keempat
- Semua adalah kekuasaan Allah. Karena nyatanya, hasil itu tidak selalu sesuai dengan proses. Buktinya, apa yang kita rencanakan dan kerjakan tidak selalu sesuai dengan apa yang diharapkan. Yang bisa harus kita lakukan hanyalah menerima lalu bersabar dan bersyukur bagaimanapun hasilnya. Masalah terjadi ketika kita tidak tahu semua itu, sehingga timbul rasa kecewa dan putus asa ketika mengalami kegagalan maupun rasa senang berlebihan dan bersombong ria ketika mengalami keberhasilan. Malah jika kita kufur atas suatu nikmat, sedang kita tidak ingat siapa yang memberikannya, maka Allah hantamkan kepada kita adzab yang tidak terkira. Begitulah jika kita bodoh akan ilmu agama, namun tidak mempedulikannyam alangkah baiknya jika kita menyadarinya dan mulai meyakini pentingnya ilmu agama hingga kita siap untuk menimbanya walau sampai kita masuk ke liang lahat.
- Permasalahan yang kedua adalah ketika ilmu agama tidak terstruktur dan tidak sistematis. Ilmu agama yang kita cari haruslah terstruktur dan sistematis. Ketika semangat mengaji membara, tapi tanpa strukturnya maka akan sesat. Seperti kata pepatah kita harus kembali kepada Qurdis, yang telah dijelaskan sebelumnya, maka kita harus memiliki ulama panutan karena merekalah yang memiliki fondasi atas lebih paham atas ilmu agama. Oleh karena itu, mazhab kita adalah fondasi kita. Karena teratruktur artinya Ilmu yang kita pelajari sampai kepada Rasulullah saw., sedangkan ulama adalah pewaris para Nabi. Artinya yang terpenting adalah ulama kita adalah ulama yang sampai ilmunya kepada Nabi, yakni ulama mazhab.
- Selain itu Ilmu juga harus sistematis, yaitu dimulai dari yang paling dasar dan disesuaikan secara bertahap. Dalam mempelajari ilmu agama itu sangat berbeda dengan mempelajari ilmu lainnya. Karena dalam ilmu agama, untuk mempelajari ilmunya saja ada ilmu untuk mempelajarinya. Bahkan untuk menjadi pelajar saja, menurut Imam Ghazali r.a. itu ada 10 syarat yang harus dipenuhi. Tahapannyapun berbeda, ketika telah paham belum tentu kita dapat mengaplikasikannya. Karena sebenarnya tujuan utama dari ilmu agama itu bukan pintar dan tidaknya, akan tetapi apakah ilmu itu membuat kita lebih dekat dengan Allah atau tidak. Intinya, dalam mempelajari Ilmu agama itu harus bertahap dan tidak terburu-buru, dan sambil berjalan kita mengamalkannya sedikit demi sedikit.
- "Sebaik-baiknya manusia adalah diriku. Kemudian setelahku (para sahabat), kemudian setelahku (para tabi'in)." Artinya, para ulama mazhab yang termasuk golongan tabi'in tentunya lebih dipercaya, karena lebih dekat jaraknya dengan Rasulullah, apalagi sahabat. Maka para ulama ahli hadits seperti Bukhori dan Muslimpun mengikuti para ulama mazhab tersebut. Oleh karena itu, jika ada orang yang menyesatkan ulama mazhab dan irang yang bermazhab, sungguh dialah yang sesat.
Senin, 25 Juni 2018
5 Days with Kaila - 4
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar